YOGYAKARTA – Putra Indonesia
kembali menemukan padi varietas baru yaitu Bunda Sri Madrin (BSM). Padi
varietas baru yang belakang dinamai Haji Muhamad Soeharto (HMS) tersebut
merupakan temuan Prof Haryadi, peneliti Pusat Kajian
dan Pengembangan Pertanian Organik Malang, Jawa Timur. Senin kemarin (25/6/2012), petani
Dusun Pucang Anom, Murti Gading, Sanden yang tiga
bulan lalu menanam BSM generasi kedua sudah memasuki masa panen.
Hasilnya, BSM yang ditanam di 11 haktare (Ha)
di 11 desa hasilnya cukup memuaskan petani yaitu mencapai 14 ton per
Ha. Padahal, padi varietas IR 64, Inpari 13 dan Ciherang hasil
menghasilkan 6 ton - 9 ton per Ha. Kepastian hasil panen tersebut dilihat dari
jumlah buliran padi yang mencapai 400 bulir per tangkai dan satu meter lahan
menghasilkan 2,5 kilogram padi.

“Keuntungan petani berlipat ketika menanam
Bunda Sri Madrin (BSM) atau Haji Muhamad Soeharto (HMS),” kata Umar Slamet, ketua
kelompok tani Pucang Anom, Murti Gading, Sanden disela-sela acara panen
raya Bunda Sri Madrin (BSM) di kampong setempat.
Acara penen padi BSM dihadiri Titiek Soeharto putri mantan Presiden RI Soeharto yang juga Ketua DPP Partai Golkar Bidang Tani dan Nelayan, Ketua DPD Partai Golkar DIY Gandung Pardiman, Ketua DPD Partai Golkar Kab. Bantul DIY Agus Subagyo, Wakil Bupati Bantul Sumarno Prs dan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Pemkab Bantul Ir Edy Suharyanto. ***
Acara penen padi BSM dihadiri Titiek Soeharto putri mantan Presiden RI Soeharto yang juga Ketua DPP Partai Golkar Bidang Tani dan Nelayan, Ketua DPD Partai Golkar DIY Gandung Pardiman, Ketua DPD Partai Golkar Kab. Bantul DIY Agus Subagyo, Wakil Bupati Bantul Sumarno Prs dan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Pemkab Bantul Ir Edy Suharyanto. ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar