Minggu, 13 Mei 2012

Kali Pertama Datangkan Pupuk


Seorang pekerja tengah mengangkut pupuk untuk dinaikan ke dalam truk.

Pekerja meletakan pupuk di dalam rumah milik Bapak Jasmingan, anggota koperasi ngudi mandiri yang tinggal di Dusun Kemiri Desa Prigi, Kanor, Bojonegoro
Sesuai dengan hasil rapat anggota pada Sabtu (5/5) lalu. Divisi usaha KSU ngudi mandiri langsung mendatangkan pupuk. Pupuk tiga jenis yaitu urea, SP, dan ZA tersebut untuk anggota KSU ngudi mandiri yang ada di Kecamatan Kanor Bojonegoro.

“Nanti kita datangkan lagi setelah pupuk ini habis terjual,” kata Manajer Divisi Usaha Ahmad Basir.

Berapa harganya? Harga tiap jenis pupuk berbeda dan mengikuti harga pasaran. “Pada intinya harga pupuk dibawah pasaran. Koperasi dapat untung tapi hanya sedikit, yang penting anggota koperasi mendapatkan pupuk pada musim kali ini,” terang Riyadi, ketua KSU ngudi mandiri. (admin ngudi mandiri)

Rabu, 09 Mei 2012

Sepakat Bagi Hasil Pinjam 2 Persen


Pengurus dan anggota koperasi ngudi mandiri saat rapat di kantor/rumah salah soerang anggota bernama Bapak Hasim di Dusun Gebang Desa Gedungarum, Kanor. Rapat dipimpin langsung oleh ketua KSU ngudi mandiri Ahmad Riyadi. Salah satu poin ialah memutuskan mendatangkan pupuk dan merumuskan bagi hasil simpan pinjam bagi anggota. Rapat digelar pada 5 Mei 2012.




Setelah rapat pembentukan pengurus, anggota anggota KSU ngudi mandiri Bojonegoro kembali menggelar rapat. Rapat kali ketiga pada tanggal 5 Mei 2012 di kantor KSU ngudi mandiri Dusun Gebang, Gedungarum, Kanor menelorkan sejumlah kesepakatan. Rapat yang dihadiri separo dari anggota yang saat ini ada menyepakati seluruh anggota diminta menyetorkan iuran wajib sebesar Rp 5 ribu per bulan.

Selain iuran wajib, anggota koperasi diminta berperan aktif dalam setiap kegiatan koperasi termasuk rapat anggota. Rapat yang dipimpin sang ketua Ahmad Riyadi juga membahas masalah warga yang ingin bergabung dengan KSU ngudi mandiri. Para anggota sekaligus pendiri menyepakati calon anggota koperasi membayar iuran pokok sebesar Rp 100 ribu dan iuran wajib sebesar Rp 5 ribu.

“Iuran pokok dapat dibayar dengan sistem diangsur sampai dengan 10 kali. Jangan sampai warga tidak bisa bergabung dengan koperasi ngudi mandiri gara-gara tidak punya uang untuk membayar iuran pokok,” usul Riyadi yang kemudian mendapat persetujuan dari seluruh anggota koperasi.

Rapat yang dimulai pukul 19.00 hingga 22.30 itu juga membahas mekanisme simpan pinjam. Sejumlah anggota meminta simpan pinjam yang diterapkan koperasi memakai sistem bagi hasil bukan berbunga seperti perbankan konvensional atau koperasi simpan pinjam pada umumnya. “Kalau kita memakai sistem bunga. Itu sama artinya koperasi kita sama dengan rentenir. Bukannya memberikan solusi tapi malah menyengsarakan anggota,” pinta Muamin yang menjabat bendahara.

Mendengar usulan tersebut, seluruh anggota pun sepakat. Para anggota berpendapat semangat pendirian koperasi ialah untuk menjembatani sekaligus membantu anggota dalam berwiraswasta. Dari semangat itulah, para anggota menyemangani bagi hasil untuk pinjam maksimal 2 persen per bulan kecuali pinjaman itu untuk keperluan mengurus kematian atau biaya rumah sakit diantara anggota koperasi.

“Bagi hasil untuk keperluan kematian dan rumah sakit tetap ada tapi cuma 1 persen. Pripun disepakati mboten,” usul Abdul Kamim, manajer simpan pinjam, yang kemudian mendapat persetujuan dari seluruh anggota.

Lantas  bagaimana dengan bagi hasil untuk anggota yang menyimpang uang di koperasi. Seluruh anggota sepakat bagi hasil simpan sebesar 1 persen dari nilai yang disimpan di koperasi. Uang simpan yang dimaksud ialah simpan sukarela. “Jika anggota tidak menghendaki bagi hasil, hanya titip saja. Ya nggak masalah, yang penting pemilik uangnya tidak keberatan toh semua keuntungan juga untuk anggota koperasi,” jelas Nur Hamid.

Tidak hanya itu saja, rapat anggota koperasi juga sepakat jelang masa tanam padi modal yang dimiliki koperasi ngudi mandiri dibelanjakan pupuk. Selain untuk mengembangkan usaha, jual beli pupuk tersebut untuk mengatasi permasalahan yang sering kali dihadapi para anggota koperasi dan petani.

“Pada musim tanam petani sering kesulitan mendapatkan pupuk. Pupuk yang dijual koperasi ini untuk memenuhi kebutuhan anggota koperasi yang lahannya sangat luas,” terang Ramijo yang kemudian mendapat persetujuan para anggota.

Dalam kesempatan itu, seluruh anggota juga sepakat perluasan usaha koperasi seperti usaha perkreditan (elektronik dan kendaraan bermotor), pengadakaan alat pertanian, kebutuhan pertanian, bangunan dan lain sebagainya. “Termasuk membuka usaha jasa layanan pengurusan akta atau sertifikat tanah,” jelas Riyadi. (admin ngudimandiri)

Kamis, 26 April 2012

melayani : simpan, pinjam, pembiayaan, permondalan usaha, pengadaan alat pertanian dan bangunan. silahkan hubungi kantor kami di Dusun Gebang, Gedungarum, Kanor Bojonogoro atau email ngudimandiri@gmail.com

Kamis, 02 Februari 2012

lahan pertanian di Kecamatan Kanor, sebagian milik anggota KSU ngudi mandiri





Ini lah lahan pertanian dengan sistem pompanisasi yang ada di Desa Gedungarum Kanor Bojonegoro Jawa Timur. Sebagian irigasi konon bantuan pemerintah daerah tapi banyak yang swadaya petani.... sekarang. Pompanisasi ini milik BUMDes yang sbelumnya dimiliki perorangan pada tahun 1990 silam.... Sebagian lahan tersebut milik petani anggota koperasi ngudi mandiri. Selatan Desa Gedungarum yaitu Desa Prigi kini tengah mencari bantuan untuk pengadaan pompanisasi/investor. Bagi yang berminat bisa menghubungi ngudi mandiri melalui web ini. matur nuwun (admin koperasingudimandiri.blogspot.com)

Minggu, 29 Januari 2012

Areal Pertanian dengan Sistem Pompanisasi



Pada 1990 lalu, semangat petani di sepanjang Sungai Bengawan Solo, tepatnya Desa Gedung Arum Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur sangat tinggi. Hanya saja, semangat itu terpatahkan karena petani tak bisa mengangkat/mengalirkan air Sungai Bengawan Solo ke lahan persawahan yang jaraknya 3 kilometer. 
Alhasil, lahan persawahan yang potensial untuk dikembangkan pertanian padi kurang maksimal karena petani membawa air Sungai Bengawan Solo ke persawahan. Suatu ketika, seorang pengusaha asal Lamongan datang dan bertekad berinvestasi untuk pengadaan pompa dan membuat irigasi di lahan persawahan petani Desa Gedung Arum Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur. Usaha itu pun berhasil dan petani dapat menggarap ladangnya sepanjang tahun. 
Dalam setahun, lahan pertanian yang luasnya mencapai 500 hektare (7 ton X 500: 350 ton) lebih itu bisa ditanami padi sampai tiga kali musim (tiga kali panen). Berkah petani pun semakin besar. Saat ini, peralatan pompanisasi telah diakuisisi Pemdes Gedung Arum yang sebelumnya diakuisisi oleh warga setempat. 
Berkat semangat dan kekompakan petani, jangkauan pomponisasi milik Pemdes Gedung Arum melebar ke desa lain yang ada di sebelah Selatan desa tersebut yaitu desa Temu. Total luas lahan pertanian yang dialiri pompo milik Pemdes Gedung Arum pun bertambah luas, mencapai lebih dari 900 hektare. Sekali panen, pembagian hasil dari petani mencapai Rp 1,5 miliar. 
Kesuksesan petani Desa Gedung Arum pun dilirik petani lain di Kecamatan Kanor seperti Desa Prigi Kecamatan Kanor yang letaknya sekitar 2 kilometer dari bibir Sungai Bengawan Solo. Kini, petani Desa Prigi Kecamatan Kanor tengah mencari investor/bantuan pengadaan pompanisasi dari pemerintah. 
Kelak, bila lahan persawahan seluas 350 hektare milik petani Desa Prigi Kecamatan Kanor mendapatkan pasokan air dari Bengawan Solo. Maka, hasil panen dari lahan tersebut dapat memenuhi kebutuhan pangan berupa beras di tanah air. Setiap satu hekter, hasil panen sebanyak 7 hingga 8 ton. Dengan demikian, sekali panen padi di Desa Prigi mencapai 2.450 ton per panen. 
Ayo, siapa yang berinvestasi. Silahkan hubungi kelompok petani Koperasi Ngudi Mandiri. Di email : ngudimandiri@gmail.com (terima kasih). ***

Selasa, 24 Januari 2012

Tanaman Tembakau Terendam Banjir air


           Sebagian besar anggota KSU ngudi mandiri menanam tembakau virginia saat memasuki musim kemarau. Tanaman tembakau itu berada di Desa Prigi, Desa Simorejo, Desa Bakung, Desa Kanor, Desa Sumberwangi, Desa Temu, Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro. Disaat memasuki  panen, sebagian tanaman tembakau virginia terendam air hujan pada September - November 2011 lalu.

Senin, 23 Januari 2012

POKOK-POKOK PIKIRAN DEWAN KOPERASI INDONESIA:


a)      Dewan Koperasi Indonesia mendukung sikap politik Presiden RI yang menegaskan tentan pentingnya pelaksanaan ekonomi pasar yang berorientasi sosial. Karena itu, Dewan Koprasi Indonesia mendukung upaya untuk mengoreksi pemilikan asing dengan cara membatasi penguasaan dan pemilikan asing yang telah mendominasi wilayah kedaulatan ekonomi nasional. Harus kita sadari mandat konstitusi tidak dapat menjadi barang titipan kepada pihak asing;
   b)      Dewan Koperasi Indonesia mengharapkan pemerintah dengan tegas merumuskan kembali ketentuan yang ada agar terselenggara perlindungan kepada kepentingan rakyat jelata khususnya yang menyangkut pengusahaan air, penguasaan dan pengusahaan tanah dan kekayaan yang terkandung didalamnya serta berbagai industri strategis yang menyangkut kepentingan keamanan dan hajat hidup orang banyak seperti industri telekomunikasi, perbankan, dan industri farmasi. Secara khusus Dewan Koperasi Indonesia meminta peninjauan kembali Peraturan Presiden No. 77 Tahun 2007 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal agar sesuai dengan mandat konstitusi;
c)      Dewan Koperasi Indonesia menyadari bahwa sebagian dari penyimpangan konstitusional yang terjadi bukanlah semata-mata karena kurangnya peraturan, namun karena kelemahan apartur di tingkat pusat dan daerah yang telah gagal menangkap amanat konstitusi dan kepentingan rakyat jelata. Karena itu Dewan Koperasi Indonesia mendukung berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah secara khusus dalam hal pemberantasan korupsi serta penertiban penggunaan anggaran agar pelayanan publik dapat terselenggara secara optimal. Hal yang sama untuk terselenggaranya efisiensi birokrasi sehingga terhindar dari ‘ekonomi biaya tinggi’ melalui standarisasi dan otomatisasi serta transparansi pelayanan publik khususnya untuk mendorong kegiatan usaha;
d)      Dalam situasi keprihatinan dengan terjadinya berbagai bencana di tanah air, Dewan Koperasi Indonesia telah dan akan terus mendukung untuk lebih cepatnya penanganan darurat bencana secara lebih partisipasif sebagai tugas kolektif seluruh bangsa serta upaya pemulihan ekonomi rakyat di daerah bencana.